Dxnana's Blog

June 18, 2010

Berdo”a setengah hati,Belajar setengah hati

Filed under: Uncategorized — dxnana @ 3:53 am

Sahabat Indonesia yang super,
yang hatinya penyayang dan yang sejak kelahirannya berada dalam rencana-rencana baik Tuhan.
Adik-adik dan anak-anak saya yang hatinya baik,
yang sedang memisahkan teladan baik – dari contoh yang hanya melemahkan kehidupan.
Mudah-mudahan sapa saya di Kamis sore yang penuh renungan haru ini, menemui Anda dalam kedamaian dan kesehatan yang prima.

Setiap jiwa adalah jiwa yang dilahirkan dengan rezeki baik, yang pencapaian dari kesejahteraan dan kebahagiaannya patuh kepada kesungguhannya sendiri untuk menjadi pribadi yang jujur, yang bekerja keras, dan yang bekerja bagi kebaikan sesama.
Sudah lama saya ingin meminta ini kepada Anda, dan saya berharap Anda mengijinkan saya untuk memintanya sekarang; dan ijinkanlah saya menyampaikannya dengan kalimat-kalimat yang seperti berikut ini:
………..
Sahabat baikku yang dititipkan oleh ibumu kepada ibuku,
agar aku melebihkan perhatianku kepadamu,
Dapatkah engkau – untuk sebentar saja, menghentikan kekhawatiran dan ketakutanmu bahwa masa depan tidak akan menyediakan rezeki dan kedamaian yang baik bagimu?
Dapatkah engkau – untuk sejenak saja, menghentikan keinginan untuk menjelaskan kepada orang lain bahwa engkau adalah orang baik, bahwa niat-niatmu baik, dan bahwa sebetulnya engkau orang baik?
Dapatkah engkau – untuk sesaat saja, menghilangkan keinginan dan permintaan kepada Tuhan agar orang-orang jahat dan culas yang mengancam kebaikan hidupmu itu dibalas dengan hukuman yang setimpal?
Dapatkah engkau – sekarang, betul-betul ikhlas dan mendamaikan diri bahwa tidak ada apa pun yang bisa terjadi kepadamu, tanpa ijin Tuhan?
Dan bahwa semua yang terjadi, diijinkan oleh Tuhan untuk menjadi penyebab dan penuntun menuju kebaikan hidupmu?
Dan bahwa keburukan yang terjadi kepadamu, adalah keburukan yang digunakan oleh Tuhan untuk menyebabkan kebaikan pada diri dan kehidupanmu?
Dan bahwa tidak ada apa dan siapa pun yang bisa menghalangi kehendak Tuhan untuk menyejahterakan dan membahagiakanmu?
Dan bahwa engkau adalah jiwa yang sangat dikasihi oleh Tuhan?
Dan bahwa Tuhan sangat merindukan kedekatan denganmu?
Dan bahwa Tuhan sedang menantikan keindahan dari rasa bersandarnya kepalamu yang letih itu di pundak Tuhan?
Tidakkah engkau tahu bahwa Tuhan sangat merindukan suara-suara manja mu,
yang meratap menyalahkan ini dan itu,
yang sedih karena perlakuan dari dia dan mereka,
yang mengeluhkan kekurangan ini dan itu,
yang memprotes kelebihan orang itu dan mereka,
yang bersedih tanpa sebab,
yang merasa ragu dan ketakutan mengenai hal-hal yang tak akan terjadi,
yang memanggil-manggil nama Tuhan dari pangkuan Tuhan,
yang menyesali keputusan Tuhan,
dan yang mempertanyakan keadilan Tuhan?
Tidakkah engkau tahu bahwa Tuhan tersenyum untuk semua itu?
Tuhan sangat mengasihimu, dengan semua ke-Maha-an kasih sayang-Nya.
Ketahuilah bahwa tidak ada yang dapat kau lakukan kepada Tuhan, yang dapat melukai-Nya.
Tetapi, engkau juga harus mengetahui bahwa Tuhan-mu Yang Maha Pengasih itu, sering kau minta menyaksikan dirimu sedang menyiksa dirimu sendiri.
Saudaraku yang jiwanya sedang melembut dan berpendar dengan pengertian-pengertian baik,
Engkau sudah lama bermanja-manja dan meminta kepada Tuhan, dan yang sebetulnya sudah saatnya engkau menerima hadiah-hadiah bagi keikhlasan dan kesabaranmu,
Bolehkah aku mengingatkanmu,
yang juga menegaskan keharusan yang sama bagi diriku sendiri,
tentang sebuah nasehat yang kudengar di relung hatiku,
saat hidung jiwaku mereguk aroma dupa dari tanah suci,
yang kunaikkan bersama lantunan puja dan puji bagi kemuliaan Tuhan Yang Maha Suci?
Nasehat itu, …
Janganlah engkau berdoa dengan sepenuh hati,
lalu bekerja dengan setengah hati.
Lalu mengeluh sepenuh hati,
karena perlakuan hidup yang setengah hati.
Maka,
Janganlah kita mengharapkan sebuah kehidupan yang penuh,
dengan kesediaan untuk bekerja hanya dengan hati yang setengah penuh.
Marilah kita mencukupkan syarat bagi kesejahteraan dan kebahagiaan yang kita inginkan.
Marilah kita bekerja dengan kesungguhan yang sesuai dengan kesungguhan doa dan permintaan kita.
Ketahuilah, bahwa …
Ada hukum kepantasan bagi segala sesuatu, maka ia yang memperbaiki diri akan menjadi pantas bagi kehidupan yang terperbaiki.
Maka terimalah ini dengan ikhlas, bahwa …
Kepantasan untuk berhasil selalu mendahului keberhasilan.
Marilah kita berpikir, bersikap, dan berlaku untuk memantaskan diri bagi apa pun yang ingin kita capai.
………..
Sahabat saya yang hatinya baik,
Begitu dulu ya?
Mudah-mudahan catatan sederhana di atas dapat menemani Anda dalam mengisi keindahan sore ini dengan kejujuran, dengan kerja keras, dan dengan kesungguhan untuk bekerja bagi kebaikan sesama.

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: